Memberdayakan Ilmu, Aksi, dan Kreativitas

Dengan ilmu dan pengetahuan yang sedikit, orang bisa memiliki kekayaan yang banyak, bahkan jauh lebih banyak daripada yang ilmu pengetahuannya amat banyak.

Orang-orang kreatif, dengan ilmu yang baru sedikit saja, sudah dimanfaatkan jadi produk-produk masif yang berkualitas. Contoh, dengan ilmu penggorengan dan pengemasan yang sederhana seseorang sudah dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan juta perbulan, ketika dia mau berpikir kreatif, inovatif, dan jeli melihat peluang.

Menimba ilmu dan pengetahuan yang lebih banyak karena hadis “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”

Selain menerangkan tentang perintah dan larangan, ayat-ayat Al-Quran banyak yang menyuratkan ilmu pengetahuan tentang ciptaan Allah SWT. Sehingga, mempelajari kedalaman ciptaan Allah juga bagian dari ibadah.

Ketika saya memutuskan untuk belajar A.I. , saya mengerti bahwa cabang A.I. itu sepertinya belum menghasilkan uang paling banyak dari bidang I.T. di Indonesia. Biasanya yang kaya raya bikin layanan yang tidak selalu pakai A.I. Bisa juga dengan menjadi designer yang desain desain nya dihargai amat mahal. Ilmu bikin aplikasi mobile juga nampaknya bakal selalu bisa menghasilkan uang.

Karena itu saya tetep mengembangkan usaha, tapi belajar A.I. karena ingin menjadi bagian dalam penemuan penemuan kebaikan untuk manusia. Seperti menemukan struktur-struktur material yang lebih bermanfaat, menemukan obat bagi penyakit-penyakit, menguraikan kemacetan, membuat kehidupan manusia lebih mudah, dsb.

Salah satu cara pembelajaran cepat selain membaca / mendengarkan, adalah melakukan, atau membuat produk dari pengetahuan yang sedang dipelajari.

Ingin jadi ilmuwan yang bisa kasih banyak manfaat, sekaligus pengusaha produktif yang laris dan mensejahterakan orang banyak, sebagai bentuk ibadah mencari rido Allah SWT.