Our Sponsors:

JK dateng, mahasiswa angkat mikropun

Pagi itu pasukan polisi lengkap dengan truknya berbanyakan menjaga jalan tamansari mulai dari kebon binatang hingga sabuga. Wah baru 2 kali ini ngeliat banyak polisi di kampus pake truk. Oh ternyata mau ada JK ke sabuga.

Jam 10 sepulang kuliah aku nongkrong di jalan belakang. Kulihat beberapa mahasiswa tersebar disana. Tiba tiba mereka berkumpul menjadi satu barisan. Demo serukan tuntutan ke pemerintah sambil berorasi “SBY Kalla - boneka amerika - rezim anti rakyat” , ” Kaum Tani Indonesia Soko Guru Pembebasan ! ” , ” Tolak BHP ”

Mereka berdemo perihal pendidikan gratis , kuliah murah , upah layak bagi buruh dan lapangan kerja. Terlihat anak anak kampus lalu lalang seperti mau pulang. Ga ada yg ikut demo bareng yg pada demo. Padahal kan ga ngabisin waktu juga paling 1 jam. Kalo 1000 anak kampus ikut demo aja, 1/15 massa kampus, bisa terbit tuh ke media televisi. Mungkin bagi banyak orang demo ini terlihat ga berguna. Tapi dari demo bisa menggaungkan emosi perubahan.

Setengah jam kemudian, jumlah yg berdemo bertambah jadi 40 orang. Para polisi mengelilingi dan menjaga barisan mereka dengan sigap. Susasana demo berlangsung kekeluargaan. Seorang ibu polwan terlihat memberikan aqua gelas kepada pemimpin orasi yg berpeluh keringan dengan sangat keibuan ( ngeliat sendiri ).

Terlihat beberapa pria dewasa berkemeja putih dan biru seperti mengkordinir yg berdemo. Kalo dipikir2 mungkin ini alasan massa kampus g pada ikut. Karena yg mengkordinirnya juga gg kenal gw.

Beberapa wartawan dan kameramen asik dengan kerjaannya. Ada cewek yg nulis berita, di note nya ada logo Antara. Ceweknya lumayan cakep. Jadi saya ikut mencatat adegan2 tsb sambil so so mengikuti dan ikut mewawancara polisi.

Masuklah saya ke Sabuga. Nampak penjagaan di dalam lebih minim dari di luar. Diluar bener bener pinuh ku pulisi. Terpampang di depan mata mobil bertuliskan RI 2 . Wah mobilnya pak JK euy, sugan dapet berkah kalo foto di mobil itu. Sayang g bawa kamera. Ada mobil metro TV , Ambulan , Pemadam kebakaran , Mobil polisi yg warnanya oranye bertuliskan putih seperti di luar negeri.

Dari luar terdengar di dalam sedang dibacakan penghargaan buat insan insan berprestasi di bidangnya. Diantarnya disebutkan beberapa nama seperti Ir Jerowacik , Wiranto Arismunandar , Ir Laks Sukardi , Prof Bambang Sudibyo dll. Setelah itu, terdengar juga amanat amanat dari Pak Yusuf Kalla. Salah satu dari perkataan beliau yg kedenger ama saya adalah ” Satu bangsa tidak akan maju tanpa teknologi ” . nancep euyyyy

Disana ada yg menari juga, lengkap dg aksesorisnya, ada yg cantiknya lagi. Bersiap di pintu depan Sabuga. Beberapa dari mereka asik berfoto di depan mobil pak Wapres. Bercanda sesedikit dengan pak Tentara yg sungguh propesional menyandang senjata.

Terlihat temanku si Rido Ezelo dengan gagah berlalu lalang disana. Dengan seragam khas Menwa nya. Menwa nya juga ada yg imut. Tapi g tau namanya siapa karena nubie ( gw )  melihat dari jarak 10 meter aja.  Dan  beberapa dari cewek2 imut itu juga berfoto  dengan mobil Pak Kalla.

Halah, poho ga bawa kamera da ga punya. Balik sendiri menelusuri jalan taman sari yang diblokir ke kostan. Jalan di tengah jalan, jalan ini kalo diblokir seperti disulap jadi taman Anu di Amerika. Ditengah jalan itu ada 2 orang lelaki setengah baya tukang tambal ban main catur2an pake batu dan genteng .

Stand Meriah , Diiringi Musik Para Dosen

Sore hari kampus itu menjadi hingar bingar. Dekorasi 2009 diselingi anyaman anyaman keGanesha an. Berbagai macam stand yang membentang dari depan hingga tengah ke belakang. Ada makanan bebek berewek, 2tang, lumpia basah, gudeg, iga bakar, mendoan , seni , konsultan , pemerintah , bank , tempat kerja , elektronik , otomotif , hingga kampus. Kata temanku D*to , datanglah ke tempat yg jualan tas laptop :) .

Baru liat band macam ini, yg main udah propesional semua dari segi penampilan dan permainan hehehe. Vokalisnya bertiga kelihatan seperti mahasiswa senior bgituh. 2 wanita 1 pria. Mainin lagu lagu lawas yang nentramin hati ataupun ngajak ajrut ajrutan.

Tak disangka, Pak Budi yang sedari tadi ngangon gitar, ikut menyumbangkan suaranya. Disambut oleh teriakan teriakan senang mahasiswa. Terutama yg satu jurusan ama beliau.

Harapan ke Depan

Harrusnya kita bersedih, di usia ke 50 ini, Indonesia belum banget nunjukin taringnya di bidang industri dan teknologi. Turbin turbin belum di produksi dalem negri. Mobil masih 900 juta % ngimpor. Pabrik pesawat gak dioptimalin. Jadikan momen ini sebagai cambuk buat kita untuk berbakti majuin bangsa ini. Tidak sekedar jadi kuli di negri orang, karena disini bayarannya murah.



  1. tyan on Tuesday 3, 2009

    wew… suasana baru nee… :D dah lama tak bersua..
    oiiiiiii Tyannn, gimana kabar, iya nih lagi masa2 gembira di kuliahan

  2. test nama panjang on Tuesday 3, 2009

    Tes mengisi komentar panjang
    Tes membalas komentar , contoh komentar balasan yang mungkin lebih dari satu baris.