Jumat Siang Gini Enaknya..

Nikmatin Angin Gunung Di Puntang

Kita Tidak Selalu Harus Berada Di Dalam Tempurung

usia membuat es krim tak lagi begitu menyenangkan
perombakan sana sini
menghilangkan beberapa hal edukatif
kebebasan terenggut oleh apa yang kita sebut perbandingan

lingkup sisi yang ilang
bisa jadi karena lingkup sisi yang lama tak lagi aku datengi
zaman yang merubah banyak aturan tentang ketidakberaturan

kau tahu,
dekat dari sini combro di sana berasa enak renyah gurih
waduk di situ jernih bening tak tercurah zat berbahaya
kau tahu rasa mie dingin itu segar
jika kau mengijinkan dirimu untuk masuk dalam sebuah lingkup
yang di dalamnya terdapat banyak kesepahaman dan persetujuan dari yang terbaik

adanya perbandingan membuat laut pesisir terlihat stagnan
trotoar jejalan wisata yang begitu lebar tanpa noda
di sana mungkin hal hal itu masih terasa
di sini seperti kura kura
di tempurung

dan uang
petualangan
lahirnya tunas tunas baru yang sepertinya bisa menjadi macam macam orang baik

kau tahu cibodas lembang
itu mungkin salah satu daerah terdekat dari sini

Run Nodejs Server On Different Port With Apache In Centos 6

One of the big mysteries in my life before today is, how to run nodejs server on different port along with apache in Centos 6.

But today, the mystery is resolved. I can’t open mysite:port-to-nodejs because the port is blocked by firewall. So, if you want to run some port for different web servers, you need to open that port first in your firewall configuration.

To add port on the firewall in Centos 6 ( for example port 1234 ), use this command :

$ sudo iptables -I INPUT -p tcp -m tcp --dport 1234 -j ACCEPT
$ sudo service iptables save

source : http://ask.xmodulo.com/open-port-firewall-centos-rhel.html

If you use WHM, you can install CSF ( Config Server Firewall ) on your WHM, so you can add or remove port without using linux command line. You can get CSF from their website http://configserver.com , and look at this simple step by step installation : http://download.configserver.com/csf/install.txt

To use this plugin after it’s installation, log in to your WHM , on Plugins section in left sidebar menu , click ConfigServer Security & Firewall, then click Firewall Configuration. You can add or remove port for TCP / UDP on IPv4 Port Settings section.

How To Show Song I’m Listening To On BBM For Android

To show song you’re listening to on BBM for Android :

  1. Click ‘More’
  2. Click ‘Settings’
  3. Turn On ‘Show What I’m Listening To’
  4. Use music player to play your song. I use ‘Play Music’ music player and it works. ‘Play Music’ is default music player on your Android. It doesn’t always work with other music players.

If you don’t see ‘Show What I’m Listening To’ menu, you should update your BBM from Play Store. Because in older version of BBM for Android, the ‘Show What I‘m Listening To’ menu is not available.

Permen Dan Badai Pasir

Waktu tahun 1996, saya ikut orang tua merantau ke Aktobe, Kazakhstan. Ayah adalah ahli pembuat sistem automasi produksi makanan. Kebetulan dia mendapatkan proyek untuk membuat sistem automasi di pabrik produksi makanan di kota tersebut.

Ketika itu saya masih sd jadi ya ikut saja daripada ditinggal di Indonesia sendiri ya lebih baik ikut orang tua kesana. Singkat cerita, ayah saya berteman baik dengan salah seorang karyawan kantor di sana yang baru saja memiliki seorang bayi perempuan. Kami sering saling mengundang makan malam dan juga pesta barbeque. Ketika itu tiap kali mereka mengobrol saya tidak ada kerjaan jadi main sama bayi aja, bikin bayi tertawa, ato mengajak bicara bayi itu agar cepat bisa bicara.

Saya biasa manggil bayi itu Ibin, karena mudah dilafalkan. Selang dua tahun disana Ibin sudah lancar memanggil saya Kimo Kimo seperti itu. Sudah bisa bicara sedikitnya bahasa Kazakh, juga Rusia. Ya tahun itu sudah lumayan banyak siaran Rusia yang mampir di Kazakhstan. Dan Ibin juga termasuk seorang yang memiliki bakat bahasa. Bahkan dia bisa menyebut kata “Combro” karena saya ajari.

Singkat cerita, tahun 1999 ketika Ibin berusia 3 tahun, saya dan keluarga pulang kembali ke Indonesia karena pekerjaan ayah saya di sana sudah beres. Rindu juga dengan suasana Aktobe yang damai tidak terlalu ribut. Ya dengan sungai Ilek yang melewati kota.

***

Februari 2014, Jakarta yang panas, entah kenapa saya ditugasi terjun ke lapangan untuk meliput berita. Lapangan yang dimaksud bukan Ibiza, tapi Iraq. Padahal teman saya ada juga reporter ditugasinya di Indonesia. Dia hebat reporter tapi jago Biologi. Baru nikah kemarin kemarin. Dia sih banyak kebagian meliput berita lokal. Ingin rasanya meliput suasana jelang pemilu, tapi di bulan bulan awal 2014 itu mau tidak mau saya harus pergi dinas ke Iraq. Untuk meliput sekaligus memantau satu isu peluang menyeruaknya sebuah negara dengan kode nama ISIS.

Tiba di kota Duhok Irak, sebuah kota yang tidak terlalu jauh dari Suriah dan Turki. Sebuah kota yang didominasi oleh suku Kurdi. Terletak di utara Irak.

Ternyata isu tersebut benar. Sekitar pertengahan 2014 ISIS mulai menguasai wilayah wilayah Irak dan Suriah. Beragam berita muncul. Duhok sendiri dikuasai oleh Kurdi Irak, dan dekat dengan perbatasan wilayah yang dikuasai ISIS. Ketika berkunjung ke Mosul, saya mendengar sesekali deru tembak.

Sempat terjebak di Mosul, ketika itu saya melihat beberapa banyak pasukan dan polisi Irak meninggalkan pos dan seragam tentaranya untuk berlindung dan keluar dari kota. Suasana nya sempat mencekam. Sempat terjebak di satu bangunan, ya ketika itu saya mencoba mengingat hal hal manis seperti tertawanya Ibin dulu :D terlebih lagi, jarak Mosul ke Aktobe yang sekitaran 2000 – 2500 km. Tidak sejauh London ke Tokyo. Apa kabarnya Ibin sudah besar pastinya dia sekarang. Umur 18 tahunan. Bayangan tentang Ibin membuat saya sejenak lupa dengan deru tembakan pasukan ISIS di seberang sana.

Situasi yang semakin tidak kondusif membuat saya harus keluar dari Irak. Tentunya tak bisa lewat jalur udara. Tidak ada bandara Internasional yang beroperasi penuh. Lewat jalur darat melewati Soran, keluar Irak masuk Iran,, Naghadeh, Urmia, Tabriz. Di Tabriz Iran saya memutuskan untuk menginap sejenak. Kota yang sangat indah di barat laut Iran yang terkenal dengan Bazaar nya. Sebenarnya bisa saja saya putuskan pulang ke Indonesia sekarang. Apalagi Tarbiz – Tehran ada jalan tol bisa kencang sampai bandara Tehran. Ah tapi semenjak peristiwa di Mosul saya jadi ingat dan penasaran ingin ketemu Ibin versi 18 tahun nya.

Dengan semangat backpacker dan semangat urus-urus adminstrasi antar negara, saya beranikan melangkah melewati perbatasan masuk ke Azerbaijan. Melewati Shirvan hingga sampai di Baku. Kota metropolitan yang memiliki segala jenis penghilang penat. Laut Kaspia membentang di hadapan. Di balik ‘laut’ ini, daratan Kazakhstan. Tempat saya menghabiskan 3 tahun masa kecil di sana dengan keimutan dan kelucuan Ibin, anak teman ayah.

Sambil iseng, kusambangi sebuah acara di salah satu lokasi lapangan voli indoor terbesar di Baku. Sedang ada event turnamen negara negara kawasan Asia Tengah / Utara. Rupanya sedang main tim voli putri Kazakhstan melawan tim voli putri Turkmenkistan. Di situ pertama kalinya saya bertemu orang yang sangat mirip dengan Ibin. Tinggi semampai, enerjik, dan memiliki sorot mata lembut. Di punggungnya tertulis nama Sabina. Tidak salah lagi, itu Ibin. Iya itu Ibin.

Ketika permainan usai dan pemain akan memasuki ruang istirahat, saya memanggilnya, Ibin !!! Dia melihat, matanya sama bersinarnya dengan ketika waktu dia masih kecil. Sambil terkaget menatapku dia tersenyum lebar dan berkata.. Kak Kimo ?!?!

***

November 2014 di Jakarta, di meja kantor. Saya melihat teman saya Bambu sedang mendownload video film pendek promo layanan dari LINE yang sedang banyak dibicarakan. Sambil di browser komputernya terbuka halaman 9gag. Kumpulan beberapa foto ekspresif Sabina Altynbekova. Lalu beberapa kliping liputan ISIS di meja kerjanya.

Bagiku, permen, dan badai pasir.

***

Tema : ISIS , Sabina Altynbekova

Makhluk Logis Yang Nggak Logis

Apa yang menyebabkan orang berperilaku beda untuk hal hal logis yang sama.

Kenapa untuk proses urus administrasi yang sama orang bisa milih petugas yang satu dibanding petugas yang lainnya.

Untuk kandungan nutrisi yang sama, kenapa orang bisa lebih milih menu di restoran yang ini dibanding yang lainnya.

Selain logika dan keyakinan, ada hal kuat lain yang ngaruh ke respon manusia menyikapi sesuatu.

Seperti kenapa anak anak muda indonesia tergila gila sinetron india tersebut, ato boys/girls band, padahal keduanya ga beda jauh ama berita pagi televisi. cuma gambar 2 dimensi yang bergerak yang ada suaranya. bahkan berita pagi mengulas fakta. kenapa mereka lebih tergila2, lebih ingin beli souvenir boys/girls band, daripada souvenir berita pagi.

Kenapa bahkan orang yang tau keburukan sesuatu baik dari segi ilmu eksak maupun larangan agama, bisa tetep melakukan apa yang dia tau seharusnya tidak dia lakukan.

***

Untuk banyak hal, kebanyakan manusia akan berperilaku subjektif sesuai input rasa yang dia terima. sedikit orang yang bisa netral dikasi senyum ato dikasi judes. kebanyakan orang kalau dikasi judes jadi kurang bersahabat. ketika diperhatiin, jadi lebih bersahabat. padahal esensi objektif nya sama.

Hebatnya Nabi, apapun input rasa yang orang kasih, dibalesnya selalu dengan rasa yang sangat positif.

***

Manusia seringkali sebel, ke hal hal yang sebenernya bukan sesuatu yang jahat / salah / kriminal.

Dan itu aneh sekali. kenapa manusia bisa sebel, ke hal hal yang bahkan ga ngerugiin dirinya secara fisik.

Karena manusia itu makhluk logis yang enggak logis. kalau manusia pure logis ga akan ada warna. ga akan ada marketing. cukup 4 sehat 5 sempurna. tempat tinggal sehat. hidup deh.

***

Rasa, cuma bisa disentuh dengan rasa.

Elemen Ke N+1 Adalah Emotion

Kadang, manusia suka ngebagi bagi elemen di dunia ini. Kayak kalo di film Avatar, ada api, air, udara, bumi. Di Pokemon ada api, air, tanah, batu, rumput, baja, racun, normal, hantu, dll. Kadang ada yang bikin 4 elemen, 5 elemen, 17 elemen, dll. Tapi yang lazim digunakan sebagai elemen dasar setidaknya 4 itu, api, air, udara, bumi. Tiap elemen itu biasanya memegang peranan penting di kehidupan manusia, dan melimpah ruah keberadaannya.

Suatu ketika, saya lihat manusia manusia bergerak. Apa yang men drive mereka untuk bergerak seperti itu, berbuat seperti itu ? Awalnya saya berpikir, Kebenaran kah ?

Mengapa mereka begitu tergerak untuk berbuat hal tertentu.

Bukan Kebenaran. Kebenaran hanyalah salah satu hal yang bisa membuat manusia bergerak. Begitu pula Motivasi Kesuksesan, itu hanya salah satu dari sedikit faktor utama yang membuat manusia bergerak.

Lalu aku melihat manusia bergerak tanpa terpicu oleh Kebenaran, atau Motivasi Kesuksesan. Aku melihat beberapa persen besar manusia bergerak tidak karena logika dalam hal tertentu. Dan mereka begitu suka.

Untuk sekedar melihat bintang film India dari dekat, seseorang rela nekat pergi dari kampung halamannya beratus kilo, menghabiskan uang yang dimilikinya. Hanya untuk melihat bintang film India dari dekat. Dan itu terjadi tanpa dia membuat alur logika terlebih dahulu. Tanpa alasan logis, keinginannya menjadi begitu menggebu.

Atau seorang pria sukses yang rela meninggalkan kesuksesannya, bahkan mengorbankan banyak hal, demi mendapatkan wanita pujaan hatinya.

Atau mengapa seseorang bisa ceria bersama orang tertentu. Hingga bahkan bersedia menyerahkan segalanya demi bisa bahagia semu.

Emotion. Yang termanipulasi. Seperti Avatar yang mengendalikan elemen. Emotion merupakan elemen ke N+1. Emotion Bender. Pemicu skala besar Emotion yang membuat manusia bergerak, berlabuh, berpihak.

Membanding Bandingkan Standar Kebahagiaan

Masalah muncul ketika mulai ‘membandingkan’ . anggap tiap orang dikurung sendiri dengan satu dunia. ternyata ukuran bahagia sangat variatif. ada yang dapet 1 iket sapu lidi bahagia. ada yang tiduran di gunung emas baru bisa bahagia. ada yang makan cireng di saosin. bahagia ‘setengah mati’. ada yang bikin istana dulu baru bisa sangat bahagia.

Tiba2 tembok pemisah ini sekaligus dihilangkan. semua manusia secara tiba tiba melihat standar kebahagiaan manusia manusia lainnya. yang bahagia dengan 1 iket sapu lidi mulai lupa dengan kebahagiaannya.

Beberapa banyak persen manusia pun terjebak keharus harusan mengikuti standar bahagia orang, yang bahkan mungkin orang yang diikutinya juga tidak bahagia dengan citra bahagia yang dimilikinya

Pesona Bidadari

Bidadari itu ilmu eksak. Ilmu pasti.
Dunia, sementara, itu ilmu eksak. Ilmu pasti.
Aing hayang bidadari. Ingin surga.

Ngejar dunia itu peluangnya 50/50
Sabar terus ikhtiar

Optimasi.

Benih Hangat Yang Perlahan Tumbuh

Arus informasi banyak dikuasai oleh hedonis juara. Hal itu bikin dunia begitu boring. Perang ideologi yang semakin ga menarik buat disimak. Islam2 yang gak ngikutin Rosulullah SAW. Barat2 yang over parno. Alay2 yang tersesat di dalem satu puzzle buatan orang lain.

Manusia yang dipuja puja, lingkungan hidup yang jadi anak tiri ke 98.

HEHEHEHEHEHEHEHE seperti halnya aing bukan PKS, bukan HT, bukan IKHWANUL, bukan NU, bukan PKI, bukan KEDUA PIHAK BERSENGKETA, bukan Agensi United States, bukan Agensi ISIS, meskipun suka beberapa produk Korea yang alami.

Mereka yang me-reset dunia adalah orang orang non blok yang saling gak ber afiliasi namun sama sama ingin kebaikan buat seluruh makhluk. Keadilan buat lingkungan, buat manusia, buat segala sedih yang bisa dirangkul dibikin kembali optimis kembali positif untuk ngejalani hidupnya.

Terakhir kali aku inget debat bisa nyembuhin dunia itu ketika aku masih nihil. Debat ibarat gula manis buatan yang penuh pengawet :|

aing ISLAM. islam yang islam itu. islam ya islam aja. kalo dengan bendera dunia bisa lebih adem mari kita bawa bendera tiap pergi ke sekola.

salut dengan orang orang yang ketika orang lain sibuk debat, tuduh, propaganda, dia bikin karya sejuta pohon sendirian tanpa butuh banyak liputan. dia yang sendiri ke pelosok tanpa keluh mengajarkan ilmu pengetahuan. DIA yang tanpa membeda beda selalu berbuat kebaikan, bersahabat, menyenangkan. Tegas, cerdik, selalu ada di koridor kebenaran. DIA yang meringankan tiap sekitar yang kebetulan berderita. DIA yang mulai dilupakan keagungan akhlaknya sebagai contoh.

Ketika alim telah mengkotak kotakan umat. Cerca lebih disuka dari rangkul.

Kulihat harimau mati, anak manusia kurus kerontang kurang gizi, watak watak penduduk yang semakin hobi merecoki tentram kondisi, meliciki kesepakatan untuk hal baik, empati yang nggak ada di garis ultra harta.

dengan nurani yang ada di milyaran hati yang terpisah jauhnya, benih benih kebaikan tumbuh, menjadi sebuah perasaan hangat, tersebar seperti benih bunga udara musim semi belahan jauh khatulistiwa.

We Need Unnoticed Reset

Dunia harus secepatnya direset. RESET PARADIGMA DUNIA. SANGAT ACAK. SANGAT ACAK. Terlalu jenuh gini gini aja. Terlalu ikut arus dari para puppeteers yang tujuan hatinya masih dipertanyakan.

Semua ikut melodi nyanyian seragam dari para badut. Ya, ikuti cara pandang ini ikuti cara pandang itu mari jadi pasukan bebek. Bukankah bebek itu elok :D

Dan bahkan pulau ibiza pun kelak menjadi buih pecahan atom entah apa ujud apa hanya bagian bagian penyusun tak bernilai.