Menatap Bandung Ketika di Dunia

Ketika berada di dunia, akhir akhir ini hobiku adalah menatap kota Bandung. Melihat bentuk cekungan Bandung, rumah rumah yang berpadu pepohonan. Gedung gedung yang mulai muncul satu demi satu mewarnai bentuk horizon.

Tiap gunung yang berdiri hijau, tiap genting rumah yang seringkali warnanya oranye menghitam, tiap pergerakan manusia dari kejauhan, warna langit mendung sore, mengingatkanku bahwa ini bukan tempat sebenarnya, bahwa kelak aku akan kembali ke kehidupan yang sebenar benarnya.

Apa yang telah kupersiapkan untuk keberangkatan ke dunia selanjutnya. Dunia yang ini memperlihatkan begitu banyak pesona semu yang terasa benar benar nyata. Wanita, Harta, Tahta.

Ahh ya sepertinya aku terlalu dingin di sekolah. Hanya memikirkan konsenan pribadi. Bahkan sudah setaun lebih disana, masih belum hafal nama nama orangnya.

Taukah kau, ITB yang dulu aku banggakan, ketika aku mati nanti mungkin tidak ada porsinya sama sekali. Yang ada adalah porsi tanggung jawab dari waktu dari amanat. ITB yang selama ini aku cemaskan, hanya sebuah bangunan yang awalnya, bahkan selama milyaran tahun tidak eksis di alam raya. Hidup di dunia yang sekarang lebih masalah pengelolaan sikap, akhlak dan keadaan hati.

Manusia gagal, Manusia bangkit, Jadi lebih baik. Infinite LOOP.

Kalau Mau Kuasai Dunia Ga Usah Bawa Bawa Bendera

Bendera cuma bikin perpecahan, kecemburuan, sinisme golongan, kesombongan. Cukuplah berbuat sebanyak mungkin kebaikan, berlomba dalam kebaikan dan akhlak baik. Nanti dunia juga tau keyakinan kamu apa.

Islam ga cuma fikih. Islam itu ngikuti akhlak Nabi Muhammad SAW. Yeah, Nabi Muhammad SAW bukan orang sinis yang kerjaannya ngehina golongan lain. Nabi Muhammad SAW juga bukan orang yang ngasih aura ancaman ketika bertemu orang lain. Tapi kasih sayang, keluhuran budi, kebahagiaan, bagi orang orang yang bertemunya.

Kita Butuh Reset Yang Menenangkan

Sepertinya, dunia harus dibolak balikan, semua sudah terlalu usang untuk dilihat, terlalu mainstream sehingga nggak rame. Semua hanya ribut masalah paranoia terhadap para extrimis, tanpa bicara tentang kejahatan kejahatan dasar yang merajalela seperti kesewenang wenangan manusia dalam penggunaan kekuatan dan kekuasaan kecilnya.

Dunia ini bukan hanya untuk ISIS dan presiden baru. Terlalu mainstream obrolan kita disini. FPI, mengapa kita selalu membahasnya. Ahh,, yang kuingat kecelakan terus terjadi di tanah indah ini dan seperti tidak apa apa. Padahal setauku, satu orang saja melayang nyawa tidak normal, itu bencana nasional. Dan harus jadi zero. HAHAHAHAHAHAHAHAA yaaaa,, sebuah negara dimana angka kematian akibat kriminal dan kecelakaan hanya jadi pajangan jalan tol dan papan pengumuman kantor polisi.

Kapan ada dari kita melakukan preventif super maksimal, NOL harusnya orang Indonesia mati lagi gak wajar. Kita bisa membuat NOL kelaparan, NOL kecelakaan, NOL meninggal terlambat pengobatan, NOL meninggal akibat kriminal.

HEEI kalian yang terlalu berpikiran mainstream mengikuti panduan panduan dari para pengarah.

Beranikah kalian hidup membela ideal tertinggi, nilai kebenaran nurani. Beranikah kalian memperjuangkan hal hal baik. Setidaknya memulai.

Menikmati Rave Party Gagal di Pulau Payung : September 2012

Sunrise Pulau Payung

Ketika Sunrise Tiba

Tulisan ini dibuat sekedar untuk mengenang acara music party di pulau Payung pada bulan September 2012 lalu. Untuk nostalgia bagi para peserta & panitia acara yang sempat heboh itu :D Dan saya yakin, teman2 peserta dan panitia pun pasti masih ingat jelas gimana seru suka duka acara tersebut.

Suasana Pagi di Pulau Payung

Sampai saat ini pun saya masih mengingat beberapa nama yang sering disebut di acara itu, dan beberapa teman baru yang saya jumpai disana.

Acara ini merupakan acara yang terselenggara atas kerjasama sebuah komunitas musik EDM bandung, dengan sebuah censored travel agent.

Melibatkan banyak musisi, dan talent EDM yang siap sedia untuk menggebrak acara dengan hentakan dan beat musik genre electronic dance. Beberapa peserta dari organisasi sosial, organisasi otomotif, serta para penggemar musik EDM.

Tiket yang saya beli waktu itu, tiket yang harga 350rb an. Masih inget dulu ketemuan transaksi tiket ama seorang MC yang cukup kondang di Bandung, di sekitaran NHII setiabudi Bandung. Kebetulan dia termasuk penggagas acara ini juga. Dia salah satu yang mempublikasikan acara ini ke para peserta, musisi dan talent. Pergaulannya amat luas.

Singkat cerita, 1 September 2012 jam 8 pagi kami nunggu bus bus dateng, di Sabuga ITB. Panitia terlihat mendata para peserta, talent, juga barang2 untuk acara di pulau Payung. Rencana acara dimulai jam 4 sore 1 September 2012. Peserta & talent dari Jakarta akan langsung berangkat ke pulau dari Jakarta via Muara Angke, sementara peserta & talent dari Bandung, pergi naik bis dahulu dari Sabuga. Dan ternyata, kami baru pergi jam 2 siang dari Bandung. Seharusnya jika mengikuti jadwal, jam 3 siang ini kami sudah sampai di pulau Payung :p Ada sekitar 5 bis dari Bandung

Nunggu Bus di Sabuga

Nunggu Bus Datang di Sabuga

Suasana di Bus

Suasana di Bus

Sampai di pelabuhan Muara Angke, sekitar jam 5 sore, bau bau ikan tercium pekat. Kami turun dari bus, bawa barang masing, dan beberapa masyarakat terlihat menonton beberapa dari kami, terutama para wanita yang pakaiannya mungkin rada rada Hollywood, dan memang banyak model juga. Mungkin beberapa dari teman teman adalah mereka yang jadi tontonan bak bidadari itu :p

Sampai di Muara Angke

Sampai di Muara Angke

Nunggu di Muara Angke lama banget, sekitar jam 19.30 satu gelombang peserta, panitia & barang naik kapal laut berangkat ke pulau Payung. Sementara kami yang gelombang ke 2 baru berangkat jam 22.30 malam. Ini sudah telat sekitar 8 jam dari jadwal. Harusnya jam segini kami semua udah berjingkrak asik di pulau Payung menikmati musik yang sedari sore seharusnya diputar.

Nunggu Pemberangkatan Perahu Muara Angke

Nunggu Pemberangkatan

Kapal Kayu di Muara Angke

Perahu Sudah Datang

Kami naik kapal kayu bermotor. Tingkat 2. Malam di perairan jakarta begitu sunyi. Seiring berangkat dari dermaga, Jakarta Utara terlihat begitu gemerlap, lalu perlahan lahan mengecil menjadi garis terang. Ditemani bulan dan laut yang tenang, beberapa mencoba usir kejenuhan dengan duduk duduk di pinggiran menatap langit, berkenalan, bercerita. Para talent, musisi dan peserta berbaur.

Pemandangan Teluk Jakarta

Mulai Bersauh Dari Jakarta

Tidur di Perahu

Letih, Tidur Ala Ikan Pindang di Perahu

Dan,, akhirnya jam 1:00 tanggal 2 September 2014, gelombang ke 2 ini baru sampai di pulau Payung. Yang ternyata disana,,,, belum siap apa apa. Namun terlihat sudah begitu ramai. Tidak hanya 2 gelombang yang naik kapal kayu bermotor saja yang sudah sampai. Rombongan jakarta, dan dari organisasi2 pun sudah sampai duluan.

Tidak ada tempat menginap, maka saya putuskan menghabiskan malam di pasir pantai bersama teman2 baru. Banyak dari peserta pergi ke pantai juga untuk menikmati suasana dini hari. Pantai berpasir putih. Dengan laut diameter 50 meteran yang dikelilingi pulau tipis lebar 2 meter an. Seperti atol. Kolam renang alami air asin yang terjaga dari ombak laut lepas.

Atol Pulau Payung Malam Hari

Pulau Payung Malam Hari

Menjelang jam 3, terdengar panitia dimarahi oleh para peserta, termasuk para peserta senior yang bikin gentar kalau melihat gebrakannya. Jelas kami marah, karena 10 jam acara yang seharusnya telah berjalan, tidak berjalan. Akhirnya dengan sound system seadanya jam 3:00 musik dimulai. Banyak sekali musisi dan talent yang akhirnya tidak kebagian tampil. Namun daripada tidak sama sekali, kami pun menikmati musik yang diputar sambil melepas kekecewaan.

Rave Party di Pulau Payung

Ngaret 10 Jam. Dimulai Juga Akhirnya, Seadanya

Sunrise tiba, musik masih menghentak, pemandangan pulau Payung begitu indah tak banyak dijamah. Di laut yang dikelilingi pulau tipis ini, kami bermain air, berenang, menikmati musik, sambil mengabadikan momen demi momen. Acara boleh gagal, tapi keindahan pantai, dan keriuhan peserta yang antusias menikmati pantai, membuat suasana asik. Ditambah jarak pantai ke tempat musik dimainkan paling hanya 10 – 20 meter.

Uniknya Pulau Payung

Uniknya Pantai Pulau Payung sisi ini, lautnya dikelilingi pulau tipis sehingga bentuknya kayak kolam renang air asin alami

Kolam renang air asin alami pulau payung

Selfie Dikit. Yang dibelakang, dataran tipis yang mengelilingi laut. Kolam renang air asin alami

Menikmati Pantai & Atol Pulau Payung

Menikmati Pantai Pulau Payung

Rave Party Pagi di Pulau Payung

Musik Terus Berjalan

Menikmati Sunrise di Pulau Payung

Enjoy Pasir Putih

Siangnya, kami mensidang panitia utama, terutama seorang panitia dari travel agent. Ternyata uang hasil pendaftaran, tidak akan cukup untuk pulang. Terlebih hal hal yang dijanjikan di acara ternyata tidak ada. Sekitar puluhan peserta termasuk juga peserta senior, melingkari panitia tersebut. Beberapa ada yang mengumpat kasar, mengancam dan menyarankan membawa panitia dari travel agent tersebut ke kantor polisi. Beberapa minta untuk menyita barang barang bawaannya. Masih sangat jelas tergambar bagaimana ekspresi teman teman semua disana. Mirip adegan sinetron.

Sidang Dadakan di Pulau Payung

Sidang Dadakan

Beberapa peserta senior pun pulang duluan menyewa perahu. Kami yang masih di sini memanfaatkan waktu sambil foto foto suasana pulau. Yang lain mencari cara bagaimana agar bisa pulang kembali minimal sampai pelabuhan Muara Angke. Karena dana di panitia ternyata sudah tidak ada, dan rencana pemulangan pun tidak ada.

Dermaga Pulau Payung

Dermaga Pulau Payung

Akhirnya jam sekitar jam 15:00 2 September 2012, kami ( para peserta & talent ) menyewa dua buah perahu untuk pergi ke pulau terdekat yaitu pulau Tidung. Karena di pulau Tidung ada perahu besar yang rutin ke Muara Angke.

Penangkaran Hiu Pulau Payung

Ngantri Masuk Perahu, Sambil Liat Penangkaran Hiu

Perahu dari Pulau Payung ke Pulau Tidung

Kembali Desak desakan di perahu yang sewa patungan.

Tak bisa berlama lama di pulau Tidung karena perahu besar yang akan kami naiki ternyata sudah perahu terakhir. Jadi kalau ketika itu kami telat, mungkin kami harus nambah 1 malam lagi di Tidung. Dalam keadaan ongkos pas pasan ( buat sebagian orang termasuk saya :D ). Akhirnya semua diangkut satu perahu kayu besar itu. Tingkat dua perahunya. Mirip mirip perahu pas berangkat, tapi lebih besar.

Suasana kepulangan kembali ke Muara Angke, 180 derajat dari suasana kepergian. Langit mendung, ombak besar, kapal bergoyang hebat kiri kanan begitu oleng. Ekspresi sudah tak beraturan. Bak ikan pindang yang mabuk laut. Yang model model terlihat lusuh make up nya. Yang lainnya tertidur tak beraturan.

Alhamdulillah magrib kami tiba kembali di Muara Angke. Yang balik ke Jakarta, langsung menyewa bus dalam kota dan taksi. Yang ikut agensi model, balik bersama sama agensinya. Dan yang terlunta lunta, akhirnya mengontak dan menyewa bus pakai uang sendiri untuk kembali ke Bandung.

Kadang Dunia Harus Disembuhkan

Kadang dunia harus disembuhkan ketika dia sakit. Lalu apa ciri dari sakitnya dunia. Banyak sekali cirinya. Kemerosotan akhlak pastinya. Namun yang dapat terasa langsung adalah semakin tidak pedulinya manusia kepada penderitaan manusia lainnya. Semakin egois manusia, semakin tak empati manusia. Mungkin semua itu dikarenakan lupanya mereka dari tujuan hidupnya.

Malangnya, banyak sistem dan kekuasaan dikuasi oleh mereka yang mungkin kurang empati kepada manusia lain sehingga terjadi ketimpangan penderitaan yang begitu besar.

Beberapa hal jelas perlu di overcome. Terlalu seragam. Semua dipaksa secara halus agar seragam sama bling bling gemerlap keseragaman bawah sadar.

Tips Bertahan Hidup Dengan Nasi Isi Atau Buras

Nasi isi atau buras biasanya bentuknya kayak lontong tapi besarnya diameter 6cm x 15cm an, isinnya daging, wortel, kentang, sayur, dsb. Dibungkus daun pisang.

Untuk bertahan hidup dengan nasi isi atau buras selama 2 – 3 hari dibutuhkan kulkas untuk menyimpan buras tersebut. Untuk menghangatkan buras setelah keluar dari kulkas, bisa dengan dikukus, ataupun direnam di air panas dengan terlebih dahulu dimasukkan ke plastik.

Sebenarnya prospek pengembangan nasi isi atau buras ini cukup bagus karena merupakan makanan tradisional cepat saji yang sejajar bahkan mungkin bisa lebih bergizi daripada burger atau sandwich. Cuma mungkin teknologinya belum dikembangkan.

Fiksi nya : Di jaman pendudukan Indonesia oleh Belanda dulu, nasi isi atau buras biasa dijadikan bekal oleh para pejuang yang sedang menyamar jadi pegawai Belanda ( mata mata Indonesia ). Kemudian atasan mereka tertarik untuk mencobanya, dan ternyata ketagihan. Semenjak itu orang orang Belanda menjadi lebih respek ke orang Indonesia karena kedamaian yang ditimbulkan nasi isi atau buras ini.

 

Jatuhnya Pesawat Wisata Luar Angkasa Virgin Galactic

Pesawat Wisata Luar Angkasa Virgin Galactic MeledakHari ini pesawat wisata luar angkasa SpaceShipTwo dari Virgin Galactic jatuh di sekitar padang pasir California , Amerika Serikat.

Salahsatu bagian dari usaha manusia untuk nembus batas batas langit. Salah satu bentuk usaha manusia untuk menggali potensi perjalanan luar angkasa. Salah satu impian, rencana dan tindakan nyata, yang mungkin belum terlalu mainstream untuk dilakukan satu perusahaan komersil.

Virgin Galactic adalah pelopor penerbangan komersil luar angkasa yang benar benar membuat pesawat luar angkasa dan menerbangkannya. Bukan investasi yang asal asalan, sebuah keputusan eksekusi bisnis yang berani, walaupun niatnya sih gak tau juga atas dasar apa. Ada banyak niat yang bisa menggerakan seseorang memulai hal yang spektakuler untuk ukuran dasawarsa ini.

Setelah sebelumnya 3 hari yang lalu roket Antares yang membawa suplai untuk stasiun luar angkasa internasional ( ISS ) diledakkan setelah meluncur.

Perjalanan upaya manusia untuk menembus ujung ujung langit, masih panjang. Dengan adanya kerikil kerikil di perjalanan, menunjukan bahwa untuk menggapai hal besar yang menyangkut nyawa, diperlukan ke ekstra ketelitian dalam perhitungan, keamanan, percobaan, dsb. Jauh lah perbandingan kesalahan Virgin Galactic dengan kecelakaan2 di Indonesia yang jelas2 tindakan preventifnya sangat minim, yang METAFOR nya mah selalu tunggu 1000 korban baru bikin satu meter pager. ( Awas nih jangan jadiin kata2 ini bahan buat giring penulis ke penghakiman UU informatika. Jaman sekarang kan dikit2 ada metafor rada sarkas langsung main palu. Justru sadarlah wahai para pelapor, sarkasme buat Anda itu  kritikan membangun yang kalau hal itu benar2 Anda perbaiki, insyaAllah bikin yang Anda perjuangin jadi lebih baik. )

Virgin Galactic adalah perusahaan komersil dari Inggris yang membidangi wisata luar angkasa. Masih merupakan bagian dari Virgin Group, modal ventura multinasional asal Inggris yang menaungi beragam perusahaan komersil di berbagai bidang seperti perbankan, travel, video games, internet, kosmetik, perhiasan hingga penerbangan komersil luar angkasa.

 

 

Inspirasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Bahwa keputusan ITB ngebuang mahasiswa mahasiswanya gara gara batas studi yang dibatas 6 tahun, ternyata, ga bikin negara Indonesia bernasib jadi lebih baik. Keputusan ITB untuk men D.O. tiap tahun ga bikin sumbangsih kampus itu makin besar di masyarakat. Malah menteri yang dipilih dari sana sekarang cuma 2. Yang bikin mobil mesin mantep dan nginstallin turbin angin di pelosok pelosok tetep aja bukan dari situ.

ITB itu emang bisa jadi gerbang buat orang orang penyuka keilmuan. Buat orang orang yang punya antusiasme tinggi ngembangin dan ngaplikasiin IPTEK. Tapi ternyata, selain ITB mungkin ada jutaan gerbang lagi untuk ngembangin dan ngaplikasiin IPTEK.

Lihat Ibu Susi, diluar kebiasaan yg kurang baik untuk ditiru nya, ya anggap aja dulu Ibu Susi ga ditato ga ngeroko. Dia lulusan SMP, sekarang dia mengomandani banyak Profesor, Doktor serta pakar pakar kelautan di Indonesia. Di posisinya yang sekarang, Ibu Susi bisa meng akses beragam teknologi kelautan terbaru karena tinggal panggil saja ahli nya dan suruh ahli tersebut menerangkan sedetail2 nya teknologi kemaritiman teraplikatif. Lalu bisa ditimbang2.

Lalu lihat Bill Gates, diluar perbedaan agamanya, atau kenyataan bahwa buat dia mungkin alkohol itu halal, Dia ga lulus kuliah, tapi dia di posisinya sekarang bisa nempatin dirinya di ujung tombak teknologi informasi dunia. Dia bisa mengorganisir research2 terbaru,  dia bisa belajar dari para ahli expert yang dia pekerjakan, dia tentu punya akses tiap teknologi yang dia kembangkan.

ITB atau tidak ITB atau didepak ama ITB, bukan batasan passion hidup, terutama yang passion hidupnya ngembangin dan ngaplikasiin IPTEK.

Jadi trilyuner, lalu ngorganisir ahli2 expert IPTEK sedunia, minta dibelajarin lagsung dari ahli2 expert IPTEK sedunia, itu cara alternatif lainnya kalo kamu stuck dengan IPK :p

Setelah Valentine, Kini Giliran Halloween Dinikmati Bersama se Indonesia

Ini bukan sebuah postingan S.A.R.A. , bukan pula tentang ekstrimisme agama, atau extrimisme liberal hedonis. Ini sekedar bertutur tentang sebuah alur gerak. Seperti bertutur tentang angin Monsoon.

Dulu kita gak paham Valentine, lihat di tv di film akhirnya Valentine dirayakan banyak rakyat dan dijadikan komoditi komersil di Indonesia.

Sekarang muncul Halloween. Dari film, dari internet, dari budaya, jatuh ke Indonesia. Lagi males baca literatur , haha. Tapi secara Wiki, Halloween itu berkaitan dengan Trick-or-treating, costume parties, making jack-o’-lanterns, lighting bonfires, divination, apple bobbing, visiting haunted house attractions.

Selalu ada jawaban yang saling bertentangan antara yang setuju dan yang tidak setuju. Tapi fakta nya adalah, makin banyak acara Halloween yang dimeriahkan di Indonesia. Entah itu sebagai komoditi komersil semata, atau sebuah budaya menarik baru di tanggal yang biasanya sepi perayaan.

Dari kacamata objektif seorang ahli bikin jemuran dari tali rapia sih, Halloween di Indonesia itu sebenarnya itu gak original. Karena ngikut2. Tapi toh originalisme bukan masalah selama bisa bikin happy ( pernyataan ini bisa sarkasme, bisa juga bukan, tergantung keyakinan orang yang membaca ).

Keinspirasi sebuah postingan di 9gag tentang kostum Halloween, kepikiran juga buat bikin kostum iCloud dari sterofoam buat acara Moola Mantra besok di sekitaran sungai Cikapundung Bandung deket kawasan Braga. Pra Event gelaran Pasar Seni ITB yang diselenggarakan 5 tahunan ini, untuk tahun 2014 ini mengusung dresscode Halloween.

Kembali ke pemikiran dasar, yang berati sebuah pernyataan yang ditujukan frontal buat para teis / ateis, konvensional / liberalis. Kalau dengan menikmati pesta Halloween bisa mendekatkanmu terhadap hal hal yang paling kamu inginkan dalam hidup, seperti misalnya kebahagiaan, kebersamaan, keceriaan, maka Halloween lah. Tapi kalo dengan ikut ikut Halloween kamu merasa perasaan mu gak jadi lebih asik, dan tujuan mu gak jadi lebih dekat.. ya mending ikut perayaan Minum Air Putih di rumah masing2. Atau kegiatan lainnya yang mungkin lebih kamu suka.

Tertarik Dengan Apa Yang Tidak Kita Punya

Kalo liat foto foto selfie, banyak yang selfie di tempat, atau dengan hal yang tidak mereka punya. Atau dengan hal yang jarang mereka jumpai. Contohnya monas, properti orang lain, restoran punya orang lain, landmark punya orang lain, pesawat punya orang lain.

Untuk menyeimbangkan dunia kadang kita merasa perlu sekali sekali selfie dengan apa yang secara hukum kita punyai, dan setiap hari kita geluti. Seperti selfie dengan nasi panas yang baru dibuat sendiri yang selalu kita makan tiap hari.

Sepertinya memang ada kaitan antara jenis selfie dan pola bersyukur. Sebagai seseorang yang dituntut objektif dalam bersikap ( so soan ) , saya liat seleb instagram yang super pede itu yang banyak foto selfienya majang foto dia sendiri itu , setidaknya dia bersyukur meskipun banyak dihujat. Siapa namanya lupa lagi.

Mungkin menjadi sebuah rasa tersendiri ketika kita berfoto dengan objek yang tidak kita punya. Tapi kadang jadi gini juga ya, liat orang foto dengan pinguin di antartika misalnya, trus sadar bahwa orang itu sedang foto dengan apa yang gak dia punya. Jadinya ya biasa aja. Ketika dipake buat koleksi / kenang kenangan pribadi sih asik. Semacam log. Tapi kalo buat pamer jadinya emang lucu sih. Dan seenggaknya pasti pernah lah sekali dalam hidup foto selfie dengan hal yang gak kita punyai buat pamer :D soalnya konon yang dibutuhin di hidup manusia itu cuma 1 / sekian dari yang dia punya. Sisanya buat pamer :D

Orang yang memiliki suatu hal, juga biasanya jarang berfoto dengan yang dia punya. Misalkan orang yang punya Trans Studio Mall, mungkin dia gak selfie tiap dia berkunjung ke properti miliknya. Orang yang punya sendal jepit swallow, tidak tiap hari dia selfie bersama sendal jepitnya. Orang yang punya helikopter, jarang juga selfie selfie in helikopternya.

Dan pembantu Ayu Ting Ting juga sepertinya tidak terlalu bernapsu untuk selfie tiap ketemu Ayu Ting Ting. Tiap hari ketemu.